Monday, May 18, 2009

Padang, penuh hikmah.
Sebuah perjalanan yang Allah takdirkan, 8 hari berada di Padang. Kota kaya akan sejarah, penyebaran islam dan perjuangan bangsa Indonesia. Dari sinilah asal penyebar islam di sulawesi selatan, diantaranya yang cukup terkenal adalah Dato' ri Bandang dan Dato' serta syekh lainnya. Saya sebagai orang Sulsel, berhutang budi kepada mereka. Atas izin Allah, mereka (para Dato'/Datuk) ini berhasil menyebarkan Islam ketanah kelahiranku sehingga Islamlah aku.
Ada kesamaan kultur dan budaya yang begitu tampak pada keseharian masyarakat Padang dengan pada umumnya masyarakat Sulsel. Aku seperti kembali ke suatu tempat yang pernah aku tinggal lama di tem
pat itu.
Betapa tingginya gunung singgalang bersanding dengan merapi, betapa indah pemandangan bukit tingginya dengan ngarai sihanuk, kaya dengan sejarah perjuangan bangsa dengan lobang jepngnya serta sejarah peradaban masa lalu yang tertulis di atas batu basurek dan batu batikam, terkubur dalam makam para raja- pagaruyuang dan tersembunyi bersama orang- bunian...
Ada hikmah, yang aku peroleh. Bahwasanya hari esok tak akan bisa lebih baik bila hari ini kita tidak bisa menghargai dan mensyukuri apa yang kita peroleh di hari kemarin. Dalam 2 hari hari besok akan menjadi masa kemarin. Sehingga apabila kita bisa menghargai dan mensyukuri diri kita hari ini, kita akan menjadikan hari esok menjadi luar biasa (mtgw).
Yang kedua adalah "Allah tidak akan berubah nasib suatu kaum selama kaum itu belum mengubah sikapnya" maknanya adalah, apabila suatu kaum itu beriman, maka Allah tidak akan mengubah nasib kaum itu. Kaum itu akan tetap memperoleh ganjaran yang sesuai berupa nikmat dari Allah swt. Begitupun bila suatu kaum yang berada dalam kesesatan, masih belum mengubah sikapnya maka Allah-pun akan tetap memberikan ganjaran sesuai dengan perbuatannya... Manusia tidak punya kuasa untuk mengubah nasibnya, sebab manusia adalah hamba. Namun manusia memiliki kemampuan untuk berbuat baik yang kemudian menjadi penyebab Allah akan mengubah nasib orang itu... (uzt jr kmui p).
Wallahu a'lam bissawab.

No comments: